Sekilas Pandang Seperti Penunggang Ini Hanya Bawa Beg Galas Belakang ,, Sekali Zoomm Dekat ,, Allahhuakbar Rupanya

Beruntunglah kita yang punya pekerjaan di dalam ruangan, ber-AC ataupun tidak, yang penting masih di ruangan dan tidak panas-panasan. Walalupun pekerjaan di luar ruangan juga bagus. Namun tidak semua dari kita berutung punya pekerjaan enak di luar ruangan.

Contohnya ojek, ojek konvensional atau ojek online. Mereka harus menerjang badai dikala hujan, dan menahan teriknya matahari. Belum lagi kalau macet, pasti akan sangat melelahkan berhenti di kemacetan.

Namun kesulitan-kesulitan ini tidak menghentikan semangat kerja seorang driver Uber satu ini. Mungkin terdengar biasa saja, tapi ada yang unik dari bapak ini. Dari akun Facebook Komunitas Uber Motor Indonesia, Akhamad Luthfi membagikan cerita dari bapak Rahmat.

Dilihat dari belakang, ojol ini membawa tas besar di belakangnya. Setelah didekati ada kaki kecil menjutntai. Saat dilihat lebih dekat ternyata ada anak kecil di gendongan depannya.

“Siang td sambil melipir di daerah otista.. ane nemuin pemndangan unik, lihat driver uber bawa tas gede..ane dekatin kok terlihat kaki mungil, ane jejerin teryata tuh bapak sambil gendong bocah usia 1 tahunan.

Ane : pak, lagi ngtrip atau mau kemana?

Driver: lg ngtrip bang…

Ane tertegun n miris lihatnya, Ane ajak aja sekalian mampir di bc untk istirahat dulu… Akhir nya kita mampir di BC, dan ngobrol2 sebentar karena tuh bpk mau buru2 pulang ke sudimara takut kehujanan dijaln.

SEMOGA PAK RAHMAT SELALU DIBERIKAN KESEHATAN N KESELAMATAN…”

Ternyata itu adalah anaknya yang berumur sekitar 1 tahun. Menurut cerita, Pak Rahmat ini bukan sedang mengantar anaknya pulang, tapi dia memang sengaja membawa anaknya saat bekerja.

Kiriman Facebook ini dibanjiri komentar netizen yang mendoakan Pak Rahmat. “Ya Allah Smoga Buat Pak Rahmat selalu dilimpahkan Banyak Rejeki Dan diberi slalu kekuatan Dan kesabaran… Semangat pak….!!! #Salut” tulis Shandie Narendra.

Tidak diktahui alasan kenapa pak Rahmat membawa anaknya, namun kita harus mengapresiasi usaha pak Rahmat. Mungkin saja istrinya juga bekerja dan tidak bisa merawat anak saat kerja. Atau ada alasan lain yang kita tidak tau.

Semoga kita termotivasi dengan kisah driver Uber satu ini agar tetap semangat bekerja bagaimana pun keadaannya.