Kisah Pilu Seorang Gadis Prancis Keturunan Konglomerat yang Memperjuangkan Cintanya Dengan Warga Biasa, 25 Tahun Kemudian Menemukannya Terkurung Di Sebuah Ruangan Bau Busuk!

Tahun 1849,  hidup seorang wanita bernama Blanche Monnier di Perancis. Ayahnya adalah kepala sekolah di sebuah universitas. Kondisi keluarganya sangat kaya. Dari sejak lahir hingga dewasa ia tak pernah kekurangan apapun. Tetapi, satu kekurangan dirinya yang ia rasakan yaitu tumbuh dengan kepribadian pemalu dan cemas. Itu semua dikarenakan orang-tuanya yang “terlalu memanjakannya” …

 

Pada usia 25 tahun, paras Blanche yang tampak begitu cantik dan semakin dewasa membuat seorang pengacara tak jauh dari rumahnya jatuh hati kepadanya. Kabar cinta mereka yang semakin membara telah menyebar dengan cepat ke seluruh masyarakat. Namun, ibunya tidak merestui hubungan mereka setelah mengetahui kabar tersebut. Alasannya karena umur pengacara itu terlalu tua dan penghasilannya tidak seberapa.

Demi untuk memisahkan hubungan mereka, ibunya tegah menghukum Blanche dengan mengunci anaknya seumur hidup di loteng. Dengan perkataan yang meng-intimidasi, “selama kamu bersiteguh mempertahankan cintamu terhadap pengacara itu maka kamu tidak diperbolehkan meninggalkan loteng ini.” Meskipun ia telah diawasi ketat dari sejak kecil oleh ibunya. Kali ini dia memutuskan untuk berjuang keras membantah perintah ibunya. Mulai saat itu ia tidak menyerah dengan hubungannya sampai akhir.

Tetapi, hal yang paling menakutkan adalah ibu Blanche tidak sedikitpun kasihan atau akan mengeluarkan putrinya dari loteng. Waktu pun telah berlalu selama 25 tahun. Blanche dikurung hingga tak bertenaga hingga tak sanggup bersuara lagi, sehingga tak ada satupun orang yang mengetahui kesengsaraanya.

Sampai pada tahun 1901, Kantor Jaksa Agung Perancis di Paris menerima surat misterius anonim, begini isinya: “Pak Jaksa Agung yang terhormat, saya mau memberitahu Anda sebuah peristiwa yang sangat serius. Ada seorang perempuan yang disekap sendirian di dalam suatu ruangan keluarga Monnier. Ia selama 25 tahun ini telah sangat menderita kelaparan yang sangat-sangat parah. Di sekitar ruangan itu tertumpuk sampah. Yang parahnya ia tinggal di dalam ruangan itu dengan kotorannya sendiri.”

 

Meskipun keluarga Monnier adalah keluarga yang terkemuka di daerah tersebut. Jaksa mulai menaruh curiga setelah menerima surat misterius tersebut dan segera memutuskan untuk turun tangan menyelidiki seluruh wilayah rumahnya. Pada awalnya, mereka tidak menemukan tempat yang aneh, tetapi setelah tiba di loteng, mereka melihat sebuah kunci besar yang tergantung di luar.

Sponsored Ad

Polisi segera meraih kunci itu. Saat membuka pintu, seketika lonjakan bau yang mengerikan menerjang keluar. Kondisi ruangan itu sangat buruk. Tidak ada sedikit cahaya pun yang masuk ke dalam ruangan itu ! Terus, polisi langsung menemukan Blanche yang tampak tergolek telanjang di tempat tidur serta di sampingnya penuh dengan kotoran, kecoa, sisa makanan yang berserakan. Blanche sangat terkejut saat melihat polisi masuk ke ruangannya. Ia dengan cepat menutupi dirinya dengan selimut dan bersembunyi ke pojokkan, tak berani keluar.

Saat ditemukan, Blanche diperkirakan telah berusia 49 tahun. Karena asupan gizi yang buruk, sangkin kurusnya, beratnya mungkin hanya tinggal 25 kilogram saja ….

Menurut saksi yang menyaksikan kejadian saat itu, mengatakan: “Bau ruangan di atas loteng itu benar-benar buruk dan kedap udara. Kita hampir pingsan selama berada di dalam saat sedang melakukan investigasi.” Setelah memergok perbuatan jahatnya, ibu-nya segera dituntut. Sebenarnya, pengacara yang disukai Blanche itu sudah meninggal pada awal tahun 1885. Namun, ibu Blanche tetap mengurung anaknya ….

 

Ibunya meninggal 15 hari kemudian setelah mengakui kesalahan yang dilakukannya di pengadilan … Sementara saudara laki-laki Blanche juga divonis 15 bulan mendekam di penjara dengan tuduhan telah membantu ibunya mengurung adiknya. Namun, saat di pengadilan, saudaranya membeberkan: “Blanche sebenarnya bisa keluar kapan saja. Tapi dia malah memilih untuk tidak melakukannya.”

 

 

Kemudian, setelah disekap selama 25 tahun, mental Blanche mengalami trauma yang sangat parah. Hasil pemeriksaan juga menyatakan dirinya tidak mungkin kembali menjalani kehidupan normal lagi. Lanjut, ia pun terpaksa harus tinggal di sebuah panti jompo untuk menjalani sisa hidupnya. Pada akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah tinggal selama 12 tahun di panti jompo,.

Kemudian, kisahnya yang sangat memilukan itu diangkat ke dalam buku dan turut diabadikan menjadi sebuah film dokumenter. Serta, kisahnya menjadi salah satu kasus paling mengerikan sepanjang sejarah Perancis.

 

Begitu-lah hidup Blanche hancur di tangan ibunya sendiri…. Bahkan jika Blanche sudah lepas dari siksaan ibunya. Blanche, untuk selamanya pun tidak bisa menikmati hidupnya dengan tenang ….

Sumber: Looker

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Coretan